Langsung ke konten utama

KASKUS I (Kajian Internal SEF Khusus)

Urgensi Menuntut Ilmu
Pada Hari Rabu, 12 Agustus 2015 Sharia Economic Forum (SEF) mengadakan kajian pertama yang bernama KASKUS (Kajian Internal SEF Khusus) di Asrama SEF.  Pemateri untuk KASKUS pertama ini merupakan Majelis Tinggi Sharia Economic Forum yaitu Ashabul Kahfi. Beliau memaparkan tentang "Urgensi Menuntut Ilmu". Kita dituntut untuk menjadi seorang pembelajar atau dituntut untuk selau belajar agar mendapat ilmu. Ilmh yang didapat akan digunakan untuk mengajarkan nya kepada yang belum berilmu. Sehingga ilmu tersebut dapat bermanfaat baik untuk dirinya maupun orang lain.  Ilmu didapat dengan belajar, sehingga ilmu tersebut  menjadi cahaya agar kita mendapat berkah dan rahmat baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu ilmu dan amal perbuatan harus saling berhubungan dan sejalan. Jika kita beramal tanpa ilmu, kita akan sesat. Sedangkan jika ilmu diisi tanpa amalan, akan mendatangkan kemudharatan bagi pemberi ilmu. Oleh karena itu, ilmu sangat penting bagi kita. Kita tidak akan bisa melakukan aktivitas, membedakan mana yang benar/salah jika tidak ada ilmunya. Seluruhnya berawal dari ilmu. Hal yang harus kita ketahui bahwa sebenarnya kita membutuhkan ilmu melebihi makan dan minum. Jika kita makan dan minum sebanyak 2 kali dalam sehari, sangat berbeda ilmu. Kita membutuhkan ilmu sebanyak bilangan nafas (Imam Ahmad bin Hanbal). Contoh nya, kita tidak akan melakukan shalat jika tidak ada ilmu nya, kita tidak akan bisa membaca Alqur'an jika tidak ada ilmunya. Jika seorang muslim, tidak memiliki ilmu, maka merugilah mereka yang telah menjadi jahiliyah atau bodoh.  Kita haruslah percaya bahwa Allah akan melapangkan dan akan memberi rahmat bagi penuntut ilmu. Allah akan membanggakan para penuntut ilmu didepan para malaika. Malaikat  akan membentangkan sayapnya dan berdoa kepada Allah agar pemberi ilmu diberi ketenangan hati dan jiwa. Allah tidak akan pernah ridha jika di ilmui dengan kebodohan. Untuk itu tuntut lah ilmu, dan raihlah ilmu tersebut sampai kita bertemu dengan ajal kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan 19

Jual Beli dalam Islam Menurut Imam Khaldun à Manusia itu merupakan makhluk sosial saling bergantung dalam memenuhi kebutuhannya. Dari sanalah timbul transaksi jual beli. Hakikatnya jual beli ialah Akad yang memindahkan hak milik barang. Sementara Zakat merupakan bagian dari jual beli yang keuntungannya berlipat ganda yang transaksi jual belinya dengan ALLAH SWT. Zakat bukan hanya sesuatu yg harus dikeluarkan tetapi merupakan hak orang lain yg memang harus diberikan. Zakat terbagi menjadi Zakat Mal dan Zakat Fitrah. Zakat indonesia tahun 2012 mencapai 2,3 Triliun, tetapi potensi zajkat tersebut belum dapat tercapai karena : 1.       Informasi mengenai arti Zakat belum banyak yg mengetahuinya 2.       Kepercayaan masyarakat yg kurang atas badan Amil Zkat 3.       Serta Sosialisasi yg kurang dari badan Amil Zakat. Contohnya yang dilakukan Rumah Zakat Indonesia yg bekerjasama dgn Tvone dlm sosiali...

Tulisan 13

Realita Waqf Saat Ini             Perwakafan didunia islam termasuk warisan leluhur. Meskipun harta wakaf mempunyai peran nyata dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, peran ini terlalu kecil dari yang seharusnya diberikan, baik dari segi kuantitas harta benda wakaf maupun sempitnya cakupan wakaf. Dari segi kuantitasnya bisa dilihat dari potensi kaum muslimin atau sempitnya cakupan penyalurannya yang hamper hanya terbatas pada pendiria dan pemeliharaan masjid. Kita bisa paparkan persoalan-persoalan wcamakaf yang ada sekarang sebagai berikut: a.        Minimnya keuntungan hasil investasi wakaf dibandingkan dengan besarnya harta yang di investasikan. Sebagai contoh, harta wakaf dimesir sekitar LE 5 M menghasilkan keuntungan hanya sekitar LE 100 juta atau sekitar 2% meskipun harta ini diinvestasikan pada beragam sektor ekonomi seperti  pertanian, industry, perdagangan, dan perkebunan. Nilai terseb...

Tulisan 12

Analisis Kualitatif Mengenal Perusahaan             Kita perlu belajar dari dari Warren Buffet, Begawan investasi dari AS, terutama pada caranya berinventasi . Ia hanya mau berinvestasi pada perusahaan yang bisnis atau produknya ia kenal dengan baik. Karena itu ia sangat sukses dalam berinvestasi. Ia membeli sahma coca-cola dan tidak pernah menjualnya, walau saham coca-cola sempat jatuh pada tahun 1998-1999. Ia tetap melihat tren jangka panjang dan tetap mempertahankan saham coca-cola hingga saat ini. Karena prinsip itu pula Buffet tidak pernah mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom karena tidak mengenalnya dengan baik. Seperti Warren Buffet kita juga perlu mengenal perusahaan yang akan kita beli dengan lebih baik dengan bantuan Analisis Kulaitatif.             Cara yang pertama, adalah posisi perusahaan di dalam industri terutama dapat dilihat dalam market sh...