Langsung ke konten utama

Tulisan 19

Jual Beli dalam Islam

Menurut Imam Khaldun à Manusia itu merupakan makhluk sosial saling bergantung dalam memenuhi kebutuhannya. Dari sanalah timbul transaksi jual beli. Hakikatnya jual beli ialah Akad yang memindahkan hak milik barang. Sementara Zakat merupakan bagian dari jual beli yang keuntungannya berlipat ganda yang transaksi jual belinya dengan ALLAH SWT.
Zakat bukan hanya sesuatu yg harus dikeluarkan tetapi merupakan hak orang lain yg memang harus diberikan. Zakat terbagi menjadi Zakat Mal dan Zakat Fitrah. Zakat indonesia tahun 2012 mencapai 2,3 Triliun, tetapi potensi zajkat tersebut belum dapat tercapai karena :
1.      Informasi mengenai arti Zakat belum banyak yg mengetahuinya
2.      Kepercayaan masyarakat yg kurang atas badan Amil Zkat
3.      Serta Sosialisasi yg kurang dari badan Amil Zakat.
Contohnya yang dilakukan Rumah Zakat Indonesia yg bekerjasama dgn Tvone dlm sosialisasi tentang Zakat. Dan sosialisasi itu dapat dilakukan dgn berbagai media baik cetak maupun elektronik. Yang membuat manusia selalu melakukan transaksi jual beli ialah karena untuk mencari Rezeki ALLAH yang nantinya akan kita pertanggungjawabkan di akhirat. Dan jangan melakukan transaksi jual beli hanya semata mata karena hawa nafsu. Syarat jual beli adalah tidak  haram, dan bermanfaat dengan baik.
Zaman sekarang banyak terdapat penyakit yg timbul karena banyaknya pedangang yg berdagang dgn cara yg tdk benar dimana mereka mencampurkan berbagai zat kimia berbahaya ke dalam dagangannya
Maka dari itu didalam Al-quran surat Al Muttaffin à dimana mengancam para pedangan melakukan kecurangan dalam transaksi jual beli.
Didalam Al-quran Allah menjelaskan dgn sangat detail tentang aturan berdagang . Maka dari itu kata Rasullullah terbuka 90% pintu rezeki dari berdagang.
Negara Indonesia berpotensi dalam zakat jika para pemimpinnya peduli dengan Zakat dan bisa peduli dengan apa yg disampaikan didalam Al-quran.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan 13

Realita Waqf Saat Ini             Perwakafan didunia islam termasuk warisan leluhur. Meskipun harta wakaf mempunyai peran nyata dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, peran ini terlalu kecil dari yang seharusnya diberikan, baik dari segi kuantitas harta benda wakaf maupun sempitnya cakupan wakaf. Dari segi kuantitasnya bisa dilihat dari potensi kaum muslimin atau sempitnya cakupan penyalurannya yang hamper hanya terbatas pada pendiria dan pemeliharaan masjid. Kita bisa paparkan persoalan-persoalan wcamakaf yang ada sekarang sebagai berikut: a.        Minimnya keuntungan hasil investasi wakaf dibandingkan dengan besarnya harta yang di investasikan. Sebagai contoh, harta wakaf dimesir sekitar LE 5 M menghasilkan keuntungan hanya sekitar LE 100 juta atau sekitar 2% meskipun harta ini diinvestasikan pada beragam sektor ekonomi seperti  pertanian, industry, perdagangan, dan perkebunan. Nilai terseb...

Tulisan 12

Analisis Kualitatif Mengenal Perusahaan             Kita perlu belajar dari dari Warren Buffet, Begawan investasi dari AS, terutama pada caranya berinventasi . Ia hanya mau berinvestasi pada perusahaan yang bisnis atau produknya ia kenal dengan baik. Karena itu ia sangat sukses dalam berinvestasi. Ia membeli sahma coca-cola dan tidak pernah menjualnya, walau saham coca-cola sempat jatuh pada tahun 1998-1999. Ia tetap melihat tren jangka panjang dan tetap mempertahankan saham coca-cola hingga saat ini. Karena prinsip itu pula Buffet tidak pernah mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom karena tidak mengenalnya dengan baik. Seperti Warren Buffet kita juga perlu mengenal perusahaan yang akan kita beli dengan lebih baik dengan bantuan Analisis Kulaitatif.             Cara yang pertama, adalah posisi perusahaan di dalam industri terutama dapat dilihat dalam market sh...