Langsung ke konten utama

Tulisan 16

“Pengembangan Peradaban Islam”

 Jika pemuda-pemuda tidak pernah melakukan sholat malam,apakah kita pantas untuk berharap peradaban islam ini akan maju? Jawabannya tentulah TIDAK. Kemajuan islam itu tergantung pemuda-pemudanya.
Belajar itu bukan hanya saat kita masuk kelas ataupun saat ada tugas,namun setiap waktu dan sejak dini. “Orang hebat itu sedikit dan tidurnya pun sedikit”. Tidurnya intelektual muslim adalah menyelesaikan masalah. Kemajuan peradaban islam itu bisa kita lihat dari tradisi keilmuannya yaitu membaca, coba kita perhatikan generasi muda Indonesia kesenangan atau gairah membaca sangatlah minim. Tapi kita pun dapat melihat peradaban islam melalui tradisi menulis dan berfikir.
 Islam dapat menyebarluas diberbagai penjuru Negara karna islam adalah agama yang berdiri diatas wahyu Allah yang bersifat final dan otentik . Kemajuan Negara-negara barat tidak terlepas dari sumbangan pemikiran-pemikiran para intelektual muslim. Peradaban islam telah dimulai dari zaman Rasululloh . Kemajuan peradaban islam dapat kita lihat 200/300 tahun yang lalu. Jika dilihat dari nilai-nilai kehidupan Negara islam lebih maju dibandingkan bangsa barat.
Perbedaan Peradaban islam sekarang dengan  berapa ratus tahun kebelakang dapat kita analisa dari segi character building dan nilai-nilai yang ditanamkan pada para sahabatnya.
Imam Syafi’I dapat menghatamkan al-qur’an dalam waktu sholatnya, itu merupakan salah satu contoh dari sosok yang sungguh luar biasa dengan character building nya yang tak diragukan lagi. Selain itu ada juga Al-Farabi, Al-Khawarizmi, Ar-Razi yang sama-sama luar biasa nya.
Pada zaman Rasululloh pun terdapat banyak sosok yang luar biasa yang menzuhudkan hartanya yang tak terhitung untuk islam yaitu Abu Bakar As-Sidiq dan Usman bin Affan. Kehidupan dan dan kepribadian para sahabat di zaman Rasul merupakan contoh yang sangat baik yang seharusnya kita terapkan dalam hidup ini. Ada juga Umar bin Khattab yang dengan sifat tawadhunya beliau memimpin kaum muslim.
Jagalah negrimu ini, kita sebenarnya telah dijauhkan dengan bangsa arab. Berhati-hatilah dengan bangsa barat,bangsa itulah yang banyak sekali menterjemaahkan dan mengembangkan karya-karya dari intelektual-intelektual islam. Bahasa Indonesia pun ternyata berasal dari bahasa arab. Jika kita menginginkan peradaban islam ini maju kembali mulailah dengan memperbaiki pola hidup dari pribadi masing-masing sesuai syariat islam.


Sumber : Sharia Economic Forum, Universitas Gunadarma

Komentar