Langsung ke konten utama

Tulisan 13

Realita Waqf Saat Ini

            Perwakafan didunia islam termasuk warisan leluhur. Meskipun harta wakaf mempunyai peran nyata dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, peran ini terlalu kecil dari yang seharusnya diberikan, baik dari segi kuantitas harta benda wakaf maupun sempitnya cakupan wakaf. Dari segi kuantitasnya bisa dilihat dari potensi kaum muslimin atau sempitnya cakupan penyalurannya yang hamper hanya terbatas pada pendiria dan pemeliharaan masjid. Kita bisa paparkan persoalan-persoalan wcamakaf yang ada sekarang sebagai berikut:
a.       Minimnya keuntungan hasil investasi wakaf dibandingkan dengan besarnya harta yang di investasikan. Sebagai contoh, harta wakaf dimesir sekitar LE 5 M menghasilkan keuntungan hanya sekitar LE 100 juta atau sekitar 2% meskipun harta ini diinvestasikan pada beragam sektor ekonomi seperti  pertanian, industry, perdagangan, dan perkebunan. Nilai tersebut sangat minim bila dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan serupa Negara ini.
b.      Rusaknya harta benda waaf tidak bergerak dalam jumlah besar, khususnya gedung-gedung dan lahan peranian. Ini mengakibatkan harta benda wakaf tersebut tidak menghasilkan apa-apa atau mengasilkan keuntungan yang sangat minim. Banyak bangunan wakaf yang didirikan ratusan tahun silam menggunakan konstruksi lama yang sudah mulai rapuh
c.       Minimnya kesadaran masyarakat aan pentingnya wakaf. Meskipun pada dasarnya wakaf dibentuk dengan keikutsertaan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan umum, apa yang terjadi terhadap wakaf seperti campur tangan pemerintah dan faktir-faktor lain diatas membuat masyarakat merasa bahwa persoalan wakaf merupakan urusan pemerintah dan mereka tidak perlu berkonstribusi.
Oleh Karena itu, mengenai minimnya keuntungan hasil investasi wakaf, perlu mempersyaratkan kepada pihak pengelola dan kegiatan investasi harta benda wakaf untuk memberikan keuntungan tidak kurang dari 5% dari volume harta benda wakaf. Jika keuntungannya lebih kecil dari itu bukan karena sesuatu diluar control nazhir, maka upahnya akan disesuaikan. Mengenai harta benda wakaf yang rusaksolusinya bisa melalui penukaran/penggantian. Jika bangunan yang sudah rusak maka dengan cara meruntuhkannya dan membangunnya kembali untuk menukarkan dengan wakaf baru.


Sumber: Badan Wakaf Indonesia (BWI)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan 19

Jual Beli dalam Islam Menurut Imam Khaldun à Manusia itu merupakan makhluk sosial saling bergantung dalam memenuhi kebutuhannya. Dari sanalah timbul transaksi jual beli. Hakikatnya jual beli ialah Akad yang memindahkan hak milik barang. Sementara Zakat merupakan bagian dari jual beli yang keuntungannya berlipat ganda yang transaksi jual belinya dengan ALLAH SWT. Zakat bukan hanya sesuatu yg harus dikeluarkan tetapi merupakan hak orang lain yg memang harus diberikan. Zakat terbagi menjadi Zakat Mal dan Zakat Fitrah. Zakat indonesia tahun 2012 mencapai 2,3 Triliun, tetapi potensi zajkat tersebut belum dapat tercapai karena : 1.       Informasi mengenai arti Zakat belum banyak yg mengetahuinya 2.       Kepercayaan masyarakat yg kurang atas badan Amil Zkat 3.       Serta Sosialisasi yg kurang dari badan Amil Zakat. Contohnya yang dilakukan Rumah Zakat Indonesia yg bekerjasama dgn Tvone dlm sosiali...

Tulisan 12

Analisis Kualitatif Mengenal Perusahaan             Kita perlu belajar dari dari Warren Buffet, Begawan investasi dari AS, terutama pada caranya berinventasi . Ia hanya mau berinvestasi pada perusahaan yang bisnis atau produknya ia kenal dengan baik. Karena itu ia sangat sukses dalam berinvestasi. Ia membeli sahma coca-cola dan tidak pernah menjualnya, walau saham coca-cola sempat jatuh pada tahun 1998-1999. Ia tetap melihat tren jangka panjang dan tetap mempertahankan saham coca-cola hingga saat ini. Karena prinsip itu pula Buffet tidak pernah mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom karena tidak mengenalnya dengan baik. Seperti Warren Buffet kita juga perlu mengenal perusahaan yang akan kita beli dengan lebih baik dengan bantuan Analisis Kulaitatif.             Cara yang pertama, adalah posisi perusahaan di dalam industri terutama dapat dilihat dalam market sh...