Langsung ke konten utama

Tulisan 3

Faktor-Faktor  yang Mempengaruhi Audit Fee

Pemeriksaan akuntansi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu laporan keuangan. Pemeriksaan akuntansi sering disebut orang dengan Audit, dan yang memainkan peran ini adalah seorang akuntan publik. Akuntan publik merupakan profesi yang memberikan jasa audit untuk memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan/klies untuk memberikan jaminan bahwa laporan keuangan tersebut teah disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Departemen Keuangan RI pada tanggal 30 September 2002 telah mengeluarkan keputusan menteri keuangan (KMK) No. 423 tentang jasa akuntan publik lalu diubah dengan keputusan menteri keuangan (KMK) No. 359 tahun 2003 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 17 tahun 2008 dan peraturan Bapepam No. kep-20/PM/2002 tanggal 12 November 2002 tentang independensi akuntan yang memberikan jasa audit di pasar modal. Fungsi akuntan publik yang utama adalah melaksanakan kegiatan audit atas laporan keuangan suatu entitas. Sesuai dengan kompetensinya, jasa-jasa yang dapat diberikan kantor akuntan publik meliputi jasa audit laporan keuangan, jasa audit khusus, jasa atestasi, jasa review laporan keuangan, jasa kompilasi laporan keuangan, jasa konsultasi dan jasa perpajakan.
Bagi akuntan publik, fee adalah sumber pendapatan bagi mereka. Fee adalah ongkos yang dibebankan terhadap klien atas jasa yang telah diberikan oleh akuntan publik. Banyak faktor penentu besarnya audit fee yang diterima oleh kantor akuntan publik. Tetapi masih banyak pro dan kontra antar orang yang menginginkan aturan tentang audit fee dengan orang menolak adanya aturan tentang audit fee. Pendukung aturan ini pada umumnya beragumentasi bahwa dengan adanya audit fee maka persaingan antar Kantor Akuntan Publik (KAP) dapat dikurangi, sedangkan yang menolak gagasan ini beragumen bahwa KAP memiliki efisiensi yang bervariasi. Sodik (1995) meneliti tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Akuntan Publik Dalam Penentuan Biaya Audit Pada Kantor Akuntan Publik di Surabaya. Hasil penelitiannya bahwa waktu audit, jumlah lokasi audit, jumlah laporan klien, partisipasi klien, frekuensi audit, ruang lingkup audit, penggunaan jasa pihak lain, jenis industri klien, kepemilikan klien, total aktiva klien dan modifikasi laporan berpengaruh positif terhadap audit fee. Tetapi menurut penulis, ada beberapa faktor yang berpengaruh besar terhadap audit fee. Salah satunya yaitu waktu. Menurut penulis, semakin lama waktu yang digunakan untuk memberikan jasa audit kepada klien, maka fee yang didapatkan pun akan besar pula.

Sumber :

Herawaty, Pengaruh Pengendalian Internal dan Lamanya Waktu Audit terhadap Fee Audit (Studi Kasus Pada Kap Kota Jambi dan Palembang). Jambi : Vol 13 Hal 8-10.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan 19

Jual Beli dalam Islam Menurut Imam Khaldun à Manusia itu merupakan makhluk sosial saling bergantung dalam memenuhi kebutuhannya. Dari sanalah timbul transaksi jual beli. Hakikatnya jual beli ialah Akad yang memindahkan hak milik barang. Sementara Zakat merupakan bagian dari jual beli yang keuntungannya berlipat ganda yang transaksi jual belinya dengan ALLAH SWT. Zakat bukan hanya sesuatu yg harus dikeluarkan tetapi merupakan hak orang lain yg memang harus diberikan. Zakat terbagi menjadi Zakat Mal dan Zakat Fitrah. Zakat indonesia tahun 2012 mencapai 2,3 Triliun, tetapi potensi zajkat tersebut belum dapat tercapai karena : 1.       Informasi mengenai arti Zakat belum banyak yg mengetahuinya 2.       Kepercayaan masyarakat yg kurang atas badan Amil Zkat 3.       Serta Sosialisasi yg kurang dari badan Amil Zakat. Contohnya yang dilakukan Rumah Zakat Indonesia yg bekerjasama dgn Tvone dlm sosiali...

Tulisan 13

Realita Waqf Saat Ini             Perwakafan didunia islam termasuk warisan leluhur. Meskipun harta wakaf mempunyai peran nyata dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, peran ini terlalu kecil dari yang seharusnya diberikan, baik dari segi kuantitas harta benda wakaf maupun sempitnya cakupan wakaf. Dari segi kuantitasnya bisa dilihat dari potensi kaum muslimin atau sempitnya cakupan penyalurannya yang hamper hanya terbatas pada pendiria dan pemeliharaan masjid. Kita bisa paparkan persoalan-persoalan wcamakaf yang ada sekarang sebagai berikut: a.        Minimnya keuntungan hasil investasi wakaf dibandingkan dengan besarnya harta yang di investasikan. Sebagai contoh, harta wakaf dimesir sekitar LE 5 M menghasilkan keuntungan hanya sekitar LE 100 juta atau sekitar 2% meskipun harta ini diinvestasikan pada beragam sektor ekonomi seperti  pertanian, industry, perdagangan, dan perkebunan. Nilai terseb...

Tulisan 12

Analisis Kualitatif Mengenal Perusahaan             Kita perlu belajar dari dari Warren Buffet, Begawan investasi dari AS, terutama pada caranya berinventasi . Ia hanya mau berinvestasi pada perusahaan yang bisnis atau produknya ia kenal dengan baik. Karena itu ia sangat sukses dalam berinvestasi. Ia membeli sahma coca-cola dan tidak pernah menjualnya, walau saham coca-cola sempat jatuh pada tahun 1998-1999. Ia tetap melihat tren jangka panjang dan tetap mempertahankan saham coca-cola hingga saat ini. Karena prinsip itu pula Buffet tidak pernah mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom karena tidak mengenalnya dengan baik. Seperti Warren Buffet kita juga perlu mengenal perusahaan yang akan kita beli dengan lebih baik dengan bantuan Analisis Kulaitatif.             Cara yang pertama, adalah posisi perusahaan di dalam industri terutama dapat dilihat dalam market sh...