Langsung ke konten utama

Tulisan 8

Ekonomi Syariah, Harapan Masa Depan Indonesia

Mempelajari Ilmu Ekonomi itu sangatlah penting. Selain untuk menambah wawasan, juga untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia didunia ini. Nah tapi pada dasarnya, kebanyakan manusia yang mempelajari ilmu ekonomi ini lebih mengutamakan kedudukannya di dunia, bukan di akhirat. Kita sebagai orang yang memiliki keyakinan akan adanya Allah SWT, tentunya mempelajari ilmu ekonomi selain untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya di dunia, ilmu tersebut juga harus bermanfaat oleh orang lain, sehingga ilmu yang kita dapat diberi rahmat oleh Allah SWT. Mempelajari ilmu ekonomi sangatlah penting dalam tujuan berupa pemenuhan kelangsungan hidup serta pemenuhan perintah dari agama. Islam memerintahkan kita berupa ketaatan dalam beribadah dan membimbing dalam hal perekonomian, politik, dll. Islam memberikan kebebasan dalam melakukan bisnis, transaksi, dsb. Akan tetapi, harus berdasarkan beberapa larangan, etika, dan moral. Islam juga menetapkan hukum agar terhindar dari ketidakadilan, atau transaksi ataupun bisnis yang tidak jelas bahkan mendapatkan keuntungan yang tidak sewajarnya. Untuk menghindari hal tersebut, kita sebagai umat islam, harus melakukan segalanya yang sesuai dengan prinsip syariah. Dengan mengikuti prinsip syariah, InsyaAllah bisnis yang kita jalankan akan dapat berkembang dan memberikan keuntungan dan keadilan yang jelas bagi para investor dan yang lainnya. Contoh larangan yang sudah ditekankan oleh Allah didalam Alquran yang salah satu suratnya Al-Baqarah:275 adalah mengenai Riba. Untuk itu sangatlah penting diterapkannya Ilmu Ekonomi berbasis Syariah, yaitu di negara kita sendiri, Indonesia. Ekonomi berbasis Syariah mulai berkembang di Indonesia sejak didirikannya Bank Muamalat pada tahun 1991 yang di prakarsai oleh MUI dan pemerintah Indonesia. Seiring berjalannya waktu Bank Muamalat semakin berkembang dan menjadi Bank Syariah pertama yang terkemuka di Indonesia dengan berbagai jasa dan produk yang terus dikembangkan. Nah, bisa dikatakan Bank muamalat ini menjadi inspirasi Bank-bank lainnya untuk membentuk Bank Syariah, seperti Mandiri Syariah, BNI Syariah, dll. Ekonomi Syariah di Indonesia pada masa sekarang ini sudah sangat berkembang pesat. Dengan hampir 86% mayoritas muslim terbanyak didunia, Indonesia diharapkan untuk menjadi harapan masa depan demi memajukan ekonomi syariah. Bahkan tak disangka pertumbuhan perbankan syariah sudah hampir menyamai perbankan konvensional. Dan menurut saya, perbankan syariah bisa melebihi perbankan konvensional kedepannya. Dan saya berharap Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang menguasai jajaran pusat industri syariah didunia, wow. 
Ekonomi islam tidak hanya berkembang di Indonesia, bahkan ekonomi islam berkembang sampai di negara-negara Eropa. Salah satunya adalah Inggris. Siapa yang tidak menyangka, Baru-baru ini yang saya dengar, Indonesia belum termasuk salah satu negara yang prospektif dala mengembangkan ekonomi islam. Karena sepengetahuan saya, yang sangat prospektif dalam memajukan ekonomi islam dan sangat berperan didunia yaitu Dubai,Malaysia dan Inggris. Mari sama-sama kita renungkan. Inggris yang mayoritas nya bukan islam, malah bisa memajukan ekonomi islam yang sudah berkembang sejak tahun 2000. Sementara Indonesia, ekonomi islam telah berkembang semenjak tahun 1990-an. Berarti ada yang salah dengan kita. Dan dimanakah letak kesalahan itu? Padahal kita warga negara Indonesia sudah merasa bahwa kita telah mengembangkan ekonomi islam, salah satunya dengan adanya perbankan syariah. Memang perbankan syariah dinegara kita sudah berkembang, tapi lajunya sangat lambat lambat. Bahkan jika dbandingkan dengan Malaysia, kita masih sangat tertinggal jauh, walaupun dari segi mayaoritas muslimnya, tujuan, hambatan dan tantangan hampir sama. Berarti dalam masalah ini, berarti kita harus atur strategi ulang. Ekonomi syariah adalah satu-satu nya solusi untuk memecahkan masalah perekonomian saat ini. Ekonomi syariah bisa mencegah terjadinya krisis keuangan global. Malaysia saja bisa bisa, kenapa kita tidak?. Inggris saja sudah bisa menyicil-nyicil untuk menghancurkan sistem kapitalis, kenapa kita tidak?. Asalkan kita mau memperbaiki diri dan melakukan koreksi kembali terhadap kebijakan yang salah dalam mengembangkan ekonomi syariah, pasti ekonomi syariah akan maju.  Bahkan bisa melebihi ekonomi yang konvensional.  Nah sekarang yang jadi pertanyaan adalah, apakah kita masih mau menggunakan ekonomi konvensional yang sudah jelas tidak bisa menyelesaikan masalah ekonomi sekarang ini? Ekonomi syariah lah solusinya. Ekonomi syariah dapat menjadi  harapan masa depan Indonesia. Karena bisa membawa Indonesia menuju kesejahteraan.

Sumber :


Hidayatullah, 2012. Qawa’id Fiqiyyah dan Penerapannya dalamTransaksi Keuangan Syariah Kontemporer. Depok. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan 19

Jual Beli dalam Islam Menurut Imam Khaldun à Manusia itu merupakan makhluk sosial saling bergantung dalam memenuhi kebutuhannya. Dari sanalah timbul transaksi jual beli. Hakikatnya jual beli ialah Akad yang memindahkan hak milik barang. Sementara Zakat merupakan bagian dari jual beli yang keuntungannya berlipat ganda yang transaksi jual belinya dengan ALLAH SWT. Zakat bukan hanya sesuatu yg harus dikeluarkan tetapi merupakan hak orang lain yg memang harus diberikan. Zakat terbagi menjadi Zakat Mal dan Zakat Fitrah. Zakat indonesia tahun 2012 mencapai 2,3 Triliun, tetapi potensi zajkat tersebut belum dapat tercapai karena : 1.       Informasi mengenai arti Zakat belum banyak yg mengetahuinya 2.       Kepercayaan masyarakat yg kurang atas badan Amil Zkat 3.       Serta Sosialisasi yg kurang dari badan Amil Zakat. Contohnya yang dilakukan Rumah Zakat Indonesia yg bekerjasama dgn Tvone dlm sosiali...

Tulisan 13

Realita Waqf Saat Ini             Perwakafan didunia islam termasuk warisan leluhur. Meskipun harta wakaf mempunyai peran nyata dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, peran ini terlalu kecil dari yang seharusnya diberikan, baik dari segi kuantitas harta benda wakaf maupun sempitnya cakupan wakaf. Dari segi kuantitasnya bisa dilihat dari potensi kaum muslimin atau sempitnya cakupan penyalurannya yang hamper hanya terbatas pada pendiria dan pemeliharaan masjid. Kita bisa paparkan persoalan-persoalan wcamakaf yang ada sekarang sebagai berikut: a.        Minimnya keuntungan hasil investasi wakaf dibandingkan dengan besarnya harta yang di investasikan. Sebagai contoh, harta wakaf dimesir sekitar LE 5 M menghasilkan keuntungan hanya sekitar LE 100 juta atau sekitar 2% meskipun harta ini diinvestasikan pada beragam sektor ekonomi seperti  pertanian, industry, perdagangan, dan perkebunan. Nilai terseb...

Tulisan 12

Analisis Kualitatif Mengenal Perusahaan             Kita perlu belajar dari dari Warren Buffet, Begawan investasi dari AS, terutama pada caranya berinventasi . Ia hanya mau berinvestasi pada perusahaan yang bisnis atau produknya ia kenal dengan baik. Karena itu ia sangat sukses dalam berinvestasi. Ia membeli sahma coca-cola dan tidak pernah menjualnya, walau saham coca-cola sempat jatuh pada tahun 1998-1999. Ia tetap melihat tren jangka panjang dan tetap mempertahankan saham coca-cola hingga saat ini. Karena prinsip itu pula Buffet tidak pernah mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom karena tidak mengenalnya dengan baik. Seperti Warren Buffet kita juga perlu mengenal perusahaan yang akan kita beli dengan lebih baik dengan bantuan Analisis Kulaitatif.             Cara yang pertama, adalah posisi perusahaan di dalam industri terutama dapat dilihat dalam market sh...